Langsung ke konten utama

Antologi Puisi


Mohon Do'a Restunya, saat ini kami sedang proses penggarapan antologi puisi karya-karya crew baru teater metafisis 2010. Diantara puisi tersebut adalah

DOSA

Aku melihat sedang aku buta
Aku mendengar sedang aku tuli
Aku bicara sedang aku bisu
Aku merasa sedang aku hampa

Warnamu begitu sempurna
Sedang korneaku tak menjangkau
Gema-Mu menjuru jagat
Sedang telingaku tersumbat dosa
Firman-Mu agung tergelar
Sedang lidahku kelu oleh dusta
Kebesaran-Mu tak terkalahkan
Sedang perasaku hampa dan memudar

Tuhan..
Aku adalah sampah
Kau ciptakan suci
Sedang ku hianat dengan nafsu duniawi
Astaghfirullahal ‘adzim

Dirikukah bencana itu?
Dalam tiap sunyi ku baca sunyi, ku baca sepi nama-Mu
Dan aku tak mampu lagi sekedar termangu
Samudra biru
Mewakili bentangan luas dosa
Jajaran tebing
Gambaran julangan khilaf

Saat semua tak terbendung
Kau muntahkan murka agar aku kembali

Begitu luas ampunan-Mu
Hingga milyaran dosa-dosa
Lebur bersama butiran-butiran senyawa
Kau gantikan suram
Dengan belaian mentari yang membalai insani

Aku hanyalah atom-atom kecil
Sedang Engkau maha besar
Wahai sang maha cipta
Tiupkan syair lembut firman-Mu
Kedalam lubuk hati terdalamku
Wahai sang maha kuasa
Usir jauh hawa nafsu
Jauh menuju dunia lain yang tak berhujung
Wahai sang maha pengampun
Semoga benar sirna semua dosa
Dan kau restart kembali menjadi bayi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Naskah Teater "Koran"

karya: agung widodo SINOPSIS sanah seorang istri yang selingkuh dengan orang tua kaya raya yang bernama mbah raken. suaminya sudah tidak mengurusinya lagi. suatu saat ia dan mbah raken yang sedang pijit-pijitan di warungnya sanah tertangkap oleh kamera seorang wartawan yang sedang meliput berita tentang rencana penggusuran oleh satpol pp. dalam rangka acara promosi kota. fotonya dimuat di headline sebuah koran harian kota. akhirnya proses perselingkuhan sanah dan mbah raken terbongkar oleh sebuah foto di koran. PROLOG PEMENTASAN narator membacakan sinopsis dan pemeran dari belakang layar. sementara di panggung, sanah ngalamun sendirian. selang beberapa detik mbah raken datang. berbincang-bincang sebentar lalu mereka akrab dan terlihat mesra sampai akhirnya mereka berdua saling berdekatan dan sanah terlihat dipijit oleh mbah raken. kemudian datang seorang wartawan yang memotret warung sanah. wartawan keluar. di slide menampilkan rekaman mesin percetakan koran yang sedang dalam proses pe...

Teater Akar "Mayat-Mayat Cinta" Mampir di IAIN Walisongo

"Menurutlah Drupadi, karena kau sudah menjadi milik kami! Kau adalah pelayan kami sekarang. Suamimu Yudhistira telah mempertaruhkan dirimu di arena perjudian. Dan dia telah kalah...! Dialog diatas adalah penggalan dari dialog naskah Mayat-Mayat Cinta karya Agung Wijaya. Naskah tersebut, kemaren malam (24/04/13) telah di pentaskan oleh Teater Akar FKIP Univ. Panca Sakti Tegal di Auditorium 1 IAIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan Teater Metafisis Fak. Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang. Pementasan ini disutradari oleh Aoenk Modjo dengan actor 13 orang dan dibantu sekitar 20 tim produksi. Acara ini dimulai pukul 19:30 wib. Dibuka dengan opening art “KINI” oleh Teater Metafisis. Sekitar 200 penonton hadir di acara tersebut. Tidak hanya dari kalangan Teater Semarang (Fotkas), malam itu Hadir pula actor senior mbah Thohir dari Surabaya. Bedurasi sekitar 60 menit, pementasan ini usai pukul 21:15 wib dan dilanjut dengan diskusi pementsan. Pementsan kali ini merupakan rangkai...

Profil Teater Metafisis

PROFIL TEATER METAFISIS SEJARAH Teater Metafisis, teater kampus yang bernaung di bawah Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang, didirikan sejak 1986 untuk mewadahi minat mahasiswa terhadap dunia teater, seni rupa, sastra, dan musik. “Metafisis” sendiri bermakna “melampaui hal-hal yang fisik”, hal ini dapat dimaklumi karena disiplin ilmu yang dipelajari di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora pada saat Teater Metafisis berdiri, adalah ilmu-ilmu yang berhubungan tafsir, hadits, aqidah, dan filsafat (meski sekarang ada 4 jurusan, yakni TH, AF, PA, TP). Nama kelompok teater memberikan nuansa dan pencitraan makna terhadap apa yang mereka sajikan kepada publik. Prinsip para pekerja Teater Metafisis sejak awal sebenarnya tidak terlalu berbeda dalam memandang aktivitas berteater, yaitu, mereka memandang teater sebagai tempat mengekspresikan kreativitas berkesenian, tidak terpaku pada satu style (aliran) berkesenian, serta tidak pernah melepaskan diri dari tujuan “...